Jumat, 14 November 2008

Infeksi Menular Seksual PSK Sarirejo Tinggi


SALATIGA - Komisi Peganggulangan AIDS Kabupaten Malang yang mengunjungi lokasi hiburan Sarirejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (11/11), disodori fakta mengejutkan. Sekitar 86 persen pekerja seks komersial di tempat hiburan yang dahulu dikenal dengan nama Sembir ini terjangkit infeksi menular seksual.

Kondisi ini mengemuka saat Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Tegar Siti Zuraida memaparkan kondisi kesehatan pekerja komersial di tempat hiburan tersebut. Di Sarirejo, terdapat tiga kategori, yaitu tempat karaoke murni dengan jumlah pekerja 64 orang, tempat karaoke dan kamar 134 orang, serta mengikuti ibu asuh 31 orang.

Zuraida menyebutkan, pada bulan Oktober 2008, partisipasi peeriksaan kesehatan mencapai 83 persen. Dari jumlah tersebut yang terpapar penyakit menular seksual mencapai 86 persen. Pada bulan tersebut, tingkat penggunaan kondom di kalangan pekerja seks komersial sekitar 40 persen.

Kalau penggunaan kondom relatif stabil, tetapi tingkat IMS bias berfluktuasi tinggi. "Kami juga menduga hal ini disebabkan pekerja seks tidak meminum obat yang diberikan," katanya.

Koordinator Bidang Penyuluhan dan Sosialisasi KPA Kota Salatiga Suroso Kuncoro mengatakan, upaha menekan IMS hanya bias dilakukan dengan tiga cara. PSK, maupun pasangannya mau menggunakan kondom 100 persen, pekerja seks mau meminum obat yang diberikan, serta mau tidak bekerja bila sedang sakit.

Ketua Paguyuban Karaoke Sarirejo Bang Ali mengutarakan, sudah meminta agar PSK di lokalisasi ini menggunakan kondom. Bahkan sudah ada pembagian kondom menyeluruh.

"Pengalaman kami, dari 20 PSK yang terpapar HIV/AIDS, sekitar 90 pesren sebelumnya sudah pernah terkena IMS. Ini yang perlu diperhatikan betul," kata Manajer Kasus salah satu LSM di Suko yang mendampingi KPA Kabupaten Malang Totok.

Sumber : Kompas
Antony Lee

Tidak ada komentar: